Senin, 28 November 2011

gerakan penca silat

sumber
B. TEKNIK-TEKNIK SERANGAN
Serangan di dalam Seni Pencak Silat diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dengan cara melancarkan pukulan, tendangan dan lain-lain pada suatu sasaran di bahagian tubuh lawan. Dikatakan sebagai usaha mempertahankan diri kerana pada dasarnya semua teknik di dalam Pencak Silat (sama ada serangan mahupun pertahanan) semata-mata hanya untuk mempertahankan diri atau membela diri. Kepada Pemula/Pelatih diharapkan mengutamakan praktik pertahanan diri terlebih dahulu daripada praktik menyerang. Kata para pendekar :"MUSUH TAK DICARI BERSUA PANTANG LARI."Serangan dasar yang paling popular di dalam Seni Pencak Silat,iaitu memukul dengan kepalan tangan dan menendang dengan ujung telapak kaki, tendangan dengan sisi telapak kaki dan tendangan dengan tumit. Teknik serangan dasar ini harus dikuasai secara baik dan benar, kerana hal ini akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik serangan di tingkat lanjutan.

1. Teknik Pukulan atau Jotosan
Pukulan dengan kepalan tangan (:jotosan) diberi berdasarkan arah lintasan serangan, iaitu: pukulan lurus, pukulan dari arah samping, pukulan dari arah atas ke bawah dan pukulan dari arah bawah ke atas.
Kekuatan pukulan Pencak Silat seperti halnya dengan karate dan kung fu, terpusat pada dua buku jari yang besar (jari telunjuk dan jari tengah) yang yang terletak di punggung tangan. Pukulan harus dilancarkan dengan cara menghentakkan tangan, seperti gerakan "sendal pancing" atau cemeti mengayun. Dengan teknik ini maka tangan yang kita gunakan untuk memukul tidak mudah ditangkap dan dipatahkan oleh lawan, di samping itu juga sukar untuk dihindari atau ditangkis. Yang penting, pada waktu mengirimkan pukulan tangan dan kepalan harus dalam keadaan lentur dan rileks, baru setelah mengenai sasaran kepalan tangan diperkeras dan tenaga disalurkan dengan sepenuhnya. Pukulan Pencak Silat tidak boleh dilakukan dengan mengambil awalan, kerana akan mudah diantisipasi oleh lawan. Perhatikan peragaan teknik-teknik jotosan berikut:

cara kepalan yang benar
Cara mengepal yang benar, lipatlah buku-buku jari tangan anda kemudian kancinglah dengan ibu jari anda. Pergelangan tangan harus lurus, tidak boleh bengkok.

Pukulan Depan/Lurus
Pukulan Depan/Lurus : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah (=ongkong-ongkong), kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. pukulkan kepalan tangan anda tersebut lurus ke arah depan, bergantian kiri dan kanan. Lakukan latihan ini dengan cara menahan nafas. Mula-mula tahanlah nafas selama 5 gerakan/pukulan, kemudian ditingkatkan menjadi 10 gerakan/pukulan dan seterusnya dengan gandaan 5 pukulan.

Sasaran pukulan depan/lurus adalah dada
Sasaran pukulan depan/lurus adalah dada. Pukulan ini dapat digunakan untuk menyerang semua sasaran yang berada di depan, bawah mahupun atas.

Pukulan Bandul atau Saduk
Pukulan Bandul atau Saduk : Berdirilah dengan sikap kuda-kuda tengah , kepalkan kedua tangan anda dan letakkan di samping pinggang. Pukulkan kepalan tangan anda tersebut dengan arah gerakan dari bawah ke atas atau sedikit dimiringkan ke arah samping.

pukulan bandul atau saduk
Sasaran pukulan bandul atau saduk ialah perut/ulu hati, pinggang/ginjal kiri dan kanan, dagu dan alat kemaluan.

2. Teknik Tendangan
Tendangan dasar yang paling popular di dalam Pencak Silat ialah tendangan depan dan tendangan belakang. Tendangan depan dilakukan dengan menggunakan ujung telapak kaki, telapak kaki dan sisi telapak kaki atau pedang kaki. Sedangkan tendangan belakang dilakukan dengan menggunakan tumit.
Seperti halnya dengan pukulan, agar tendangan itu efektif juga harus dilakukan dengan teknik "sendal pancing". Agar tidak mudah diantisipasi oleh lawan, tendangan juga tidak boleh dilakukan dengan terlebih dahulu mengambil awalan atau ancang-ancang. Yang penting untuk dijadikan sebagai catatan, sangatlah penting memperhatikan keseimbangan badan pada waktu melakukan tendangan. Pada waktu menendang posisi badan tidak boleh terlalu doyong/maju ke depan atau ke belakang. Jangan pula anda menendang terlalu tinggi melampaui kemampuan postur tubuh anda, kerana hal ini di samping akan menjadikan tendangan tidak efektif juga akan memperlemah kedudukan kaki anda yang satunya yang dijadikan sebagai tumpuan.
Tendangan yang baik merupakan koordinasi antara sikap tangan, kaki dan badan. Untuk itu maka lakukan latihan dengan perlahan-lahan terlebih dahulu, baru kemudian ditingkatkan dengan menggunakan kekuatan dan kecepatan. Agar diperoleh gerakan automatik (refleks), lakukan latihan secara rutin dan terus menerus. Untuk meningkatkan kekuatan tendangan, dapat dilakukan latihan dengan menggunakan beban. Tetapi latihan dengan menggunakan beban hanya diperbolehkan jika berat beban disesuaikan dengan kemampuan. Peragaan dan keterangan-keterangan di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana cara melatih tendangan secara baik dan efektif.

Sikap Pasang Permulaan (Stand)
Sikap Pasang Permulaan (Stand) : Awali semua latihan tendangan dengan stand/sikap pasang seperti gambar di atas. Berdirilah dengan kuda-kuda tengah yang ringan-ringan sahaja, julurkan tangan kiri anda ke depan sementara tangan yang satunya dikepalkan dan diletakkan di depan dada, siap untuk mengantisipasi setiap gerakan dari pihak lawan.

Tendangan Depan
Tendangan Depan yang lazim disebut Tendangan A ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke muka, dengan lintasan gerakan dari arah belakang ke depan. Bagian kaki yang digunakan untuk dibenturkan pada sasaran ialah hujung depan telapak kaki. Cara melatihnya : mula-mula awali dengan stand/sikap pasang seperti ditunjukkan pada peragaan di atas, tekuk dan angkatlah tinggi-tinggi lutut anda. Ikuti dengan menekuk jari-jari kaki ke atas lalu tendangkan ke depan dengan suatu gerakan menyodok dengan menggunakan hujung telapak kaki bagian depan. Pada saat hujung telapak kaki dibenturkan pada sasaran, seluruh kekuatan harus disatukan pada ujung telapak kaki bagian depan itu. Setelah ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda seperti gerakan cemeti mengayun (spring) dan paha tetap diangkat tinggi, lalu letakkan kembali ke lantai untuk membentuk sikap pasang seperti pada waktu akan melakukan tendangan.
Pada waktu melakukan tendangan, kedua tangan harus dikepalkan dan diletakkan di samping pinggang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar badan tetap adlam keadaan seimbang dan seluruh kekuatan dapat disalurkan. Lakukan latihan tendangan ini dengan cara menahan nafas, misalnya mula-mula menahan nafas selama 3 tendangan kemudian ditingkatkan menjadi 6 tendangan, 9 tendangan dan seterusnya.

Tendangan  Depan atau Tendangan A
Tendangan Depan/Tendangan A

Tendangan  A
Sasaran daripada tendangan depan (Tendangan A) ialah perut/ulu hati dan alat kemaluan. Jika tendangan ini digunakan untuk menyerang bahagian-bahagian tubuh lawan yang berada di luar jangkauan postur tubuh, misalnya untuk menyerang kepala, biasanya menjadi tidak efektif kerana akan kehilangan kekuatan.

Tendangan Belakang
Tendangan Belakang atau yang lazimnya disebut Tendangan B ialah tendangan yang dilakukan dengan posisi badan menghadap ke belakang, dengan arah lintasan tendangan dari arah depan ke belakang. Bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan ialah hujung tumit.
Cara melakukannya : Awali dengan sikap pasang/stand, kemudian tendangkan kaki anda yang di belakang ke arah depan. Lakukan tendangan ini dengan memutar tubuh ke kiri atau ke kanan (:bila kaki kiri yang ditendangkan tubuh diputar ke arah kanan dan apabila kaki kanan yang ditendangkan, tubuh diputar ke arah kiri). Pada waktu memutar tubuh, kaki yang dijadikan tumpuan harus dijinjitkan. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, pada waktu melakukan tendangan kedua tangan harus dikepalkan dan dirapatkan erat-erat di samping pinggang.

Tendangan B
Tendangan Belakang atau Tendangan B
Agar tendangan belakang ini dapat anda lakukan dengan benar, jangan menoleh pada waktu menendang. Pandanglah lawan melalui selangkangan anda. Setelah kaki ditendangkan, segera tarik kembali kaki anda dengan gerakan emeti mengayun (spring) kemudian letakkan kembali kaki anda untuk membentuk sikap pasang seperti semula. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

Tendangan Samping
Tendangan Samping atau yang lazimnya disebut Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan sikap tubuh miring. bahagian kaki yang dibenturkan pada saat melakukan tendangan iaitu sisi telapak kaki atau "pedang" kaki. Cara melakukan tendangan T ini pada prinsipnya sama dengan tendangan-tendangan yang lain. Latihlah tendangan ini juga dengan cara menahan nafas.

Tendangan T
Tendangan Samping atau Tendangan T : Gunakan salah satu tangan anda untuk melindungi alat kemaluan.
C. TEKNIK-TEKNIK PERTAHANAN DIRI / BELAAN
Di dalam pencak silat, pertahanan diri atau Belaan diertikan sebagai usaha mempertahankan diri dari serangan-serangan lawan dengan cara menghindar, menangkis dan lain-lain, sama ada dilanjutkan mahupun tidak dilanjutkan dengan serangan ke arah tubuh lawan.Belaan dasar pencak silat yang paling popular ialah belaan/pertahanan diri dengan cara menangkis. Terutama menangkis dengan menggunakan lengan dan menangkis dengan menggunakan lutut. Seperti halnya dengan serangan dasar, belaan dasar ini juga harus dilatih secara baik dan benar kerana akan sangat berpengaruh pada penguasaan teknik-teknik belaan di tingkat lanjutan.
Ada dua teknik utama yang harus dimengerti agar dapat melakukan tangkisan secara baik dan benar. Pertama, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang keras (:lutut, siku, kepalan tangan) harus dilakukan dengan teknik benturan. Caranya iaitu dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, tepat pada saat serangan itu akan mendarat pada bahagian tubuh yang hendak kita lindungi. Teknik tangkisan benturan ini sangat efektif sebagai sarana pertahanan diri, kerana semakin keras serangan yang dilancarkan oleh lawan maka akan semakin parah akibat yang harus diderita oleh lawan. Falsafah para Pendekar : "BARANGSIAPA INGIN MENYAKITI DIALAH YANG AKAN KESAKITAN, BARANGSIAPA INGIN MEMBUNUH DIALAH YANG AKAN MATI."
Teknik yang kedua, jika alat yang kita gunakan untuk melakukan tangkisan adalah bahagian tubuh yang lunak ( ; lengan, telapak tangan, telapak kaki) harus dilakukan dengan teknik yang disebut "teknik tangkap bandol" atau "teknik tangkap bola". Serangan lawan tidak perlu kita tangkis dengan membenturkan alat tangkis dengan alat serang lawan, melainkan cukup dengan cara mengikuti laju alat serang lawan. Pada saat serangan itu akan mendarat/sampai di bahagian tubuh kita, laju serangan lawan kita tahan dengan kekuatan yang ringan-ringan sahaja, selanjutnya kita ikuti lagi laju serangan lawan. Dengan cara demikian maka kekuatan daripada serangan akan musnah sebelum serangan itu mencapai pada sasaran.
Teknik tangkisan tangkap bola ini juga sangat efektif sebagai sarana untuk mempertahankan diri. Dengan teknik ini lawan akan cepat lelah kerana terlalu banyak tenaga yang dibuang-buang secara sia-sia. Dibandingkan dengan teknik tangkisan benturan, teknik yang meminjam tenaga lawan ini lebih sukar untuk dilakukan. Anda yang ingin menguasai teknik ini secara sempurna harus bersedia melatihnya secara terus menerus di samping harus rajin untuk melakukan percubaan-percubaan. Keterangan dan peragaan-peragaan di bawah ini menjelaskan tentang cara melatih tangkisan-tangkisan dasar tersebut di atas.

1. Menangkis Pukulan Lurus
Pukulan lurus biasanya diarahkan pada dada atau muka. Untuk menangkis pukulan lurus kita dapat menggunakan salah satu lengan atau siku. Caranya iaitu dengan menekuk lengan/siku tersebut kemudian membenturkannya (dengan alat serang lawan) ke arah kiri, ke arah kanan atau ke arah atas. Tangkisan ini harus dibarengi dengan menggeser kaki dan memutar pinggang, sehingga badan tetap dalam keadaan seimbang. Tangkisan yang baik dilakukan dengan cepat, tepat pada saat alat serang lawan hampir mendarat pada sasaran.

Menangkis Pukulan Lurus
Sabetkan lengan dan siku anda tepat pada saat pukulan hampir mendarat pada sasaran, jangan terlambat atau mendahului. Putar pinggang anda dan geser kaki kanan anda sedikit ke belakang, sehingga kepalan/alat serang lawan dapat kita buang lebih jauh.

2. Menangkis Pukulan Bandul
Pukulan Bandul atau pukulan Saduk biasanya diarahkan ke ulu hati atau ke arah ginjal kiri dan kanan. Pukulan ini dapat ditangkis dengan menggunakan lengan bawah bahagian dalam. Caranya : lengan bawah bahagian dalam tersebut kita sabetkan ke lengan bawah bahagian dalam milik lawan, ke bawah atau ke samping depan. Gerakan menangkis harus dilakukan dengan teknik tangkap bola atau teknik tangkap bandul. Dengan teknik tersebut maka laju serangan lawan akan dapat dengan mudah dihentikan tanpa menimbulkan rasa sakit pada tangan.

Menangkis Pukulan Bandul
Pukulan Bandul merupakan pukulan jarak dekat, jangan mengambil jarak terlalu jauh agar tangkisan dapat dilakukan dengan lebih baik. Pukulkan lengan anda ke lengan lawan, putar pinggang dan condongkan kuda-kuda anda sedikit ke belakang. Tangkisan lebih aman jika dilakukan dengan jari-jari mengepal.

3. Menangkis Tendangan Depan
Tendangan depan biasanya diarahkan ke bahagian ulu hati/perut dan alat kemaluan. Tendangan depan atau tendangan A yang terlatih dengan baik boleh sangat membahayakan, terutama jika mengenai alat kemaluan. Tendangan ini dapat ditangkis dengan mengangkat lutut ke atas, atau dengan cara mengibaskan telapak tangan (dengan pergelangan tangan yang ditekuk) ke kiri atau kanan. Jika alat tangkis yang kita gunakan untuk menahan serangan adalah lutut, kita harus menggunakan teknik benturan. Dan jika menggunakan telapak tangan, kita harus menerapkan teknik tangkap bola.

Menangkis Tendangan Depan
Geser kaki kiri sedikit ke samping kiri, kibaskan telapak tangan anda ke betis lawan. Gerakan menangkis itu harus dilakukan tepat pada saat serangan hampir mengenai sasaran.

4. Menangkis Tendangan Belakang
Tendangan belakang atau Tendangan B biasanya diarahkan ke bahagian perut ke atas hingga dagu. Apabila dilakukan dengan cepat dan sempurna, tendangan ini sangat sukar diantisipasi. Akan tetapi jika dilakukan dengan sedikit terlambat, tendangan belakang ini malah boleh menjadi senjata makan tuan. Cara yang paling praktis untuk menahan tendangan belakang ialah dengan membenturkan lutut yang kita angkat ke atas dengan alat serang lawan (tumit).

Menangkis Tendangan Belakang
Angkat lutut anda tepat pada saat serangan akan mendarat pada sasaran di bahagian perut kita, bersamaan dengan itu, keprukkan kedua kepalan tangan anda. Tangkisan harus dibuat serapat mungkin sehingga benar-benar boleh melindungi tubuh kita.

5. Menangkis Tendangan Samping
Tendangan Samping atau Tendangan T biasanya diarahkan ke perut atau dada dan hampir tidak efektif jika tendangan ini diarahkan ke muka atau ke alat kemaluan. Meskipun demikian tendangan samping ini sebenarnya lebih sukar ditangkis dengan menggunakan tangan dan kaki. Tendangan ini lebih mudah dihindari dengan sedikit merendahkan kuda-kuda. Inipun harus langsung disusul dengan serangan bawah. Jika tidak disusul dengan serangan, maka hindaran yang kita lakukan hanya akan sia-sia bahkan boleh mencelakakan diri kita sendiri.
Dalam keadaan terjepit tendangan samping dapat kita atasi dengan menangkiskan dua lengan atau siku yang kita rapatkan (blok). Gerakan tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, sehingga alat tangkis kita tidak terlalu keras membentur pada alat serang lawan. Pada waktu menangkis jari-jari harus dikepalkan untuk menghindari terjadinya cedera pada pergelangan.

Menangkis Tendangan Samping
Tangkislah tendangan samping tepat pada pedang kakinya (sisi telapak kaki). Tangkisan harus dilakukan dengan teknik tangkap bola, serta dengan sedikit menggeser kaki ke belakang. Usahakan agar kepalan tangan tidak terlalu dekat dengan muka.

Sebagai penutup, perlu ditekankan di sini bahawa teknik-teknik serangan mahupun teknik-teknik pertahanan/belaan tidak dapat dikuasai sekadar dengan memahami teori yang diberikan. Teknk-teknik tersebut harus dilatih secara rutin dan terus menerus, sehingga dapat menghasilkan gerakan-gerakan secara automatik/spontan. Di samping itu, apabila anda konsisten dengan teknik latihan penahanan nafas, maka secara berangsur-angsur saluran tenaga dalam anda akan terbuka dan akan terbentuk pula suaturadius tenaga dalam / Aura (= pagar automatik tenaga dalam ). Pada Tahap Empat nanti, anda akan diajari bagaimana cara membuktikan kewujudan pagar tenaga dalam automatik ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar